Saturday, August 8, 2009

Automotive Series






































Automotive Series
2 PDF | 684+481 pgs | 39mb

-MJ Nunney - Light and Heavy Vehicle Technology
Light and Heavy Vehicle Technology remains one of providing readily accessible information, which bridges the gap between the purely basic and the more advanced treatments of the subject. By understanding the reasons behind the design, construction and operation of the many and varied components of modern motor vehicles, the technician should be better equipped to deal with their servicing and overhaul. Some references to past automotive practice have been retained, not only because a technician may still be required to test and repair older vehicles, but also to provide a convenient transition to later practice.

Two entirely new sections of the book provide a topical introduction to alternative power sources and fuels, and batteryelectric, hybrid and fuel-cell vehicles. Also, the number of entries in the list of automotive technical abbreviations has now increased to over 200. Finally, as in previous editions of the book, the tradition of including brief historical notes on the development of modern automotive concepts has been continued.

-William B. Ribbens - Understanding Automotive Electronics
Electronics have become standard implementation for control on all modern vehicles impacting virtually all automotive subsystems. Such features as powertrain control, vehicle motion control, antilock braking systems, and airbags could only be achieved practically through the use of electronics. These features have become standard features in the highly competitive North American automotive market.

In its revised form, this book explains automotive electronics as of 2001. It should prepare the reader for an understanding of present as well as future developments in this field into at least the early part of the twenty-first century.

Download...
Mirror

Classic Guitar Moods














Classic Guitar Moods
18 Mp3 | 128khz | 66mb

01 Romeo & Juliet Love Theme
02 Your Song
03 Bamboleo
04 En Aranjuez Con Tu Amor
05 Begin The Beguine
06 Cavatina
07 The Girl From Ipanema
08 Theme From Morse
09 The Music Of The Night
10 El Condor Pasa
11 Wonderful Tonight
12 Me & Julio Down By The Schoolyard
13 The Long & Winding Road
14 Classic Gas
15 Fernando
16 Theme From The Knock
17 Unchained Melody
18 The First Time Ever I Saw Your Face

Download...
Mirror

Friday, August 7, 2009

Bangunan Baru Langgam Tempo Doeloe

KETIKA kebutuhan dan persyaratan dasar rumah seperti luasan tapak (site), kebutuhan, dan dimensi ruang sudah terpenuhi, biasanya keinginan pemilik bangunan berkembang pada penampilan bangunan.

Kecenderungan memilih langgam arsitektur bangunan sangat tergantung pada "selera" yang didasarkan pada pengetahuan dan pengalaman.

Saudara Margo Mulyono, warga Jl Prof Suharso 45 Purwokerto, ingin membangun rumah besar pada kaveling cukup luas (20 x 20 meter). Dia ingin agar penampilan bangunannya seperti rumah residen tempo doeloe.

Rumah langgam kolonial (indische) dikenal karena adaptasinya terhadap iklim tropis. Rumah kebanyakan dibangun pada tapak cukup luas. Tata ruangnya berorientasi ke halaman, dengan bukaan lebar dan teras terbuka.

Orientasi ke luar ini akan memberikan suasana lapang dan santai. Tinggi plafon bisa sampai 4-5 meter sehingga sirkulasi udara sangat leluasa. Atap mempunyai kemiringan tajam dilengkapi dengan lubang atap sehingga udara panas di atas plafon dapat cepat dialirkan ke luar.


















Megah

Alternatif rancangan rumah yang diinginkan Saudara Margo, yaitu rumah terdiri atas teras depan (4 x 4 meter), ruang tidur utama (4 x 4), dua ruang tidur anak (masing-masing berukuran 3 x 4), ruang keluarga (4 x 10) dengan orientasi ke taman, ruang makan terbuka dengan teras menghadap taman.

Ruang-ruang servis terdiri atas dapur terbuka (2 x 3 meter), gudang, ruang tidur pembantu, kamar mandi dan cuci, yang berorientasi ke tempat jemur. Lantai bangunan utama dinaikkan 60 cm dari tanah sehingga penghuni leluasa menikmati pemandangan di luar.






















Tinggi plafon 4,5 meter dengan beberapa jendela ganda yang tinggi. Massa bangunan ditarik agak jauh dari pagar sehingga tercipta halaman depan yang luas.

Tujuannya, untuk memberikan cukup ruang pandang sehingga bangunan terlihat lebih megah.

Adapun halaman belakang tidak terlalu luas untuk memberikan kesan intim.

Ir Agung Budi Sardjono MT
Jurusan Arsitektur FT Undip

Suara Merdeka
Minggu, 09/02/03

Wednesday, August 5, 2009

Pria (ingin) sehat harus sadari ini!

Meski tingkat harapan hidup pria lebih rendah dibanding wanita, mereka tidak lebih peduli pada kesehatannya. Bagaimana baiknya?


KATA orang, sakit itu mahal, memang benar. Setidaknya, biaya untuk mengobati saat kita sakit memang cukup tinggi. Di sisi lain, anggapan tersebut secara tersirat menunjukkan kalau kesehatan merupakan sebuah karunia tak ternilai harganya. Terutama bagi kaum lelaki, dimana secara umum tingkat harapan hidup lebih rendah daripada wanita.

Bisa jadi ini karena laki-laki memiliki gaya hidup yang kurang sehat. Lihat saja, merokok, minum alkohol, sering begadang, dan banyak stres. Ditambah, kecenderungan kaum adam yang kurang memedulikan kondisi kesehatannya. Sebuah penelitian mengatakan bahwa laki-laki tidak bersedia memeriksakan diri ke dokter saat mengalami sakit karena tidak mau dianggap lemah. Mereka mau menunjukkan bahwa lelaki itu memiliki fisik yang kuat, dan menyerah pada penyakit merupakan tindakan yang lemah.

Sudah saatnya mitos para lelaki tentang diri mereka sendiri itu dikikis sekarang. Gaya hidup di era modern ini menuntut kerja yang cepat, tepat, dan cerdas. Untuk memenuhi semua itu, kondisi tubuh dan jiwa yang sehat mutlak diperlukan. Kalau tidak, Anda akan mudah jatuh sakit, dan justru menjadi lelaki yang lemah.

Oke, Setidaknya ada dua hal yang sekarang harus menjadi prioritas Anda:

Pertama: tubuh Anda

Ketika mendengar "menjaga tubuh" pasti yang pertama terlintas dalam pikiran adalah physical exercise. Tidak salah memang, tentu karena hal ini senantiasa didengungkan dan dipropagandakan baik oleh para dokter, tenaga medis, bahkan pemerintah. Harvard Men's Health Watch di tahun 2007 yang lalu menurunkan laporan bahwa olahraga ternyata punya peranan yang sangat penting dalam menjaga kesehatan terutama kesehatan seorang pria. Perlindungan terhadap penyakit jantung, stroke, diabetes, kegemukan, hipertensi, penurunan memori, kanker kolon, patah tulang, dan depresi pada pria dapat dilakukan dengan berolahraga. Tapi bagi yang perlu ekstra motivasi harus mempertimbangkan manfaat tambahan bagi prostat dan seksualitas mereka.

Jika gaya hidup "modern" seperti itu yang Anda ikuti, kekhawatiran akan kesehatan Anda yang menurun jauh sebelum menginjak usia 40 tahunan bisa jadi bukan sekadar kekhawatiran namun sesuatu yang bakal menjadi kenyataan. Di Amerika, sebuah majalah menyebutkan kalau sekitar 7 juta kaum di sana tidak mempunyai aktivitas fisik yang rutin (fitnes, jogging, dan lain-lain). Tak heran, ditambah dengan junk food, tingkat obesitas di negeri Paman Sam itu selalu meningkat.

Tak boleh pula dilupakan setidaknya ada 3 macam penyakit yang mungkin menghampiri Anda di masa tua:

1. Penyakit jantung

Tahukah Anda kalau kemungkinan laki-laki mengidap penyakit jantung lebih besar daripada wanita? Pada pria, 1 dari 2 laki-laki berisiko mengalami penyakit jantung, sementara pada wanita, hanya 1 di antara 3. Walau bukan monopoli kaum pria namun ada baiknya diketahui gaya hidup macam apa yang bisa menjerumuskan seseorang menjadi penderita penyakit kardiovaskuler ini. Umumnya, bagi kaum Adam, yang berisiko adalah mereka yang berusia lebih dari 40 tahun, memiliki faktor keturunan, perokok, kurang berolahraga, obesitas, penderita diabetes, penderita hipertensi, mengalami stres. Kalau Anda sudah merasa masuk dalam ketegori tersebut, tak ada salahnya untuk merubah diri bukan? Karena WHO memberi wanti-wanti kalau nanti pada tahun 2020 penyakit ini menjadi pembunuh nomor wahid di seluruh dunia. Adapun tanda-tanda seseorang mungkin terserang penyakit jantung adalah munculnya rasa nyeri di dada dan kesulitan bernapas. Gejala-gejala yang timbul ini merupakan gejala paling umum. Jangan lupa juga, jika energi atau kekuatan tubuh seolah-olah berkurang hari demi hari, ini adalah gejala ringan yang sudah harus masuk dalam pengamatan Anda. Kalau Anda bergabung dengan fitness club, ada baiknya Anda tahu fakta bahwa sebagaimana otot melatih jantung juga merupakan sesuatu yang wajar. Dan ada tiga pola latihan yang bisa membangun kekuatan jantung: running, bicycling dan rowing.

2. Kanker

Salah satu penyakit mengerikan yang lagi-lagi umumnya menyerang pria (walau mayoritas penderita kanker payudara adalah wanita). Banyak kaum pria yang tubuhnya terserang kanker karena berbagai sebab dan setidaknya ada tiga jenis yang menghantui hidup para lelaki: kanker paru-paru, prostat, dan kanker usus (colorectal cancer). Kanker paru-paru lazim menyerang karena jumlah perokok kebanyakan adalah lelaki. Dan lebih buruknya kalau satu hari bisa mengonsumsi sepuluh batang atau lebih. Apalagi data WHO menunjukkan konsumsi rokok di Indonesia cenderung meningkat. Pada tahun 2002 saja jika ditilik dari 1970-2000, konsumsi rokok yang 33 milyar batang per tahun melonjak menjadi 200 milyar batang per tahun. Bukan masalah rokok saja yang meningkatkan kemungkinan seseorang menderita kanker paru-paru, tapi kualitas udara yang buruk dan berpolusi juga menjadi pencetus. Hampir selama 30 tahun para ahli Norwegia melakukan pengamatan terhadap 16.000 laki-laki dan hasilnya semakin tinggi konsentrasi Nitrogen Dioksida (NO2) maka semakin tinggi kemungkinan seseorang terserang kanker. Karena itu, jangan merokok, jaga makanan Anda karena inilah langkah-langkah logis yang bisa menghindarkan Anda dari serangan penyakit mengerikan tersebut.



3. Stroke

Penyakit ini tampaknya semakin banyak menyerang orang-orang sibuk. Stroke adalah suatu gangguan kesehatan di mana terdapat pendarahan di dalam otak, dan kemungkinan laki-laki terserang stroke 30% lebih besar daripada wanita. Gejala-gejala yang muncul pada awalnya ialah sakit kepala, pusing atau penglihatan yang mulai buram. Bagi Anda yang suka dengan kopi, kurangilah konsumsi kafein tersebut. Satu-dua cangkir sehari sudahlah cukup.

















Kedua: Pikiran Anda


Pikiran Anda bisa memengaruhi kesehatan mental dan fisik Anda. Karena pikiran yang kacau umumnya diikuti pola hidup yang tidak beraturan. Karena itu jangan salah bila kesehatan emosional dan jiwa juga harus masuk dalam prioritas. Seorang pakar medis dari New York, AS yang kerap mengombinasikan metode modern dan tradisional, Woodson Merrell, M.D., menyatakan ada dua faktor psikologis yang cukup mengganggu yang ia dapati ketika menangani para pasiennya. Kedua faktor itu adalah:

1. Stres

Masalah ini yang umum menggangu orang dan bahkan bisa memengaruhi kehidupan pribadi serta prestasi kerja. Orang yang tengah dilanda stres umumnya selalu terlihat sedih, tidak bergairah, menderita insomnia dan berbagai gejala lainnya. Kalau sudah terkena insomnia, waktu istirahat Anda akan menjadi berkurang dan kemungkinan jatuh sakit akan meningkat. Dari satu hal bisa merembet ke hal lain. Ada berbagai cara yang mungkin bisa Anda lakukan untuk melepaskan stres dan mengembalikan semangat hidup Anda. Dari curhat atau berbagi kepada sahabat Anda, relaksasi dan meditasi, hingga terapi sejenis yang lain.

2. Depresi

Di era serba cepat ini semakin banyak orang yang mengalami depresi karena berbagai masalah yang muncul dalam kehidupan mereka, seperti finansial atau masalah rumah tangga. Kalau sekiranya bukan masalah finansial yang Anda hadapi bersyukurlah, karena banyak yang Anda bisa lakukan. Mungkin Anda bisa coba bergabung dengan klub kebugaran dan mulai berolahraga. Jangan pesimis karena beberapa peneliti di negara seperti Inggris bahkan sudah merekomendasikan hal ini sebagai sebuah terapi.

Walau sebenarnya banyak hal yang bisa membuat seorang lelaki yang kuat menjadi lemah tak berdaya, baik jika terjadi pada diri kita, saudara atau kawan, maka pertolongan dengan memberi semangat sangatlah diperlukan. Dengan merenda lagi semangat-semangat yang pudar karena sakit sesungguhnya kita memunculkan kembali harapan bagi para penderita kasus-kasus tersebut. Harapanlah yang dibutuhkan agar mereka bisa kembali berbagi keceriaan dan mengingatkan orang lain agar tak bernasib seperti itu. Bukankah satu kebaikan jika disebarkan maka akan bisa memberikan kebaikan bagi kita bersama?

Healtylife
Edisi 07/VIII - Juli 2009

Tuesday, August 4, 2009

Michael Franks: The Art of Tea (1975)

Michael Franks
The Art of Tea (1975) | 9 Mp3 | 192khz | 51mb

-Nightmoves
-Eggplant
-Monkey see
-St. Elmo's fire
-I don't know why I'm so happy I'm sad
-Jive
-Popsicle toes
-Sometimes I just forget to smile
-Mr. Blue

Download...
Mirror

Monday, August 3, 2009

Ronan Keating - Bring you home


Ronan Keating - Bring you home
18 mp3s | 128khz| 68mb

Mewaspadai Bahaya Industri

Menjaga kesehatan tidak ada pengecualian, termasuk bagi pekerja di berbagai bidang industri yang sangat berisiko. Sebabnya, kebanyakan penyakit yang ditimbulkannya baru mulai berulah lama kemudian. Dibutuhkan kewaspadaan terus menerus, mulai dari mengikuti prosedur perlindungan yang ada hingga keharusan untuk segera memeriksakan diri ke dokter.

DI zaman globalisasi seperti sekarang yang semakin berkembang di segala bidang, membuat hampir semua lini kehidupan tak terlepas dari bidang industri. Tak sedikit industri yang memiliki tingkat bahaya tinggi, termasuk bahaya bagi kesehatan para pekerjanya. Sayangnya, tak semua pekerja paham dan waspada bahwa bidang pekerjaan mereka bisa mengakibatkan gangguan kesehatan di kemudian hari, karena memang tidak langsung dirasakan.

Berikut ini sembilan bahaya industri yang penting diketahui:

1. Debu
Debu bisa menjadi suatu masalah serius. Debu bisa berasal dari penggilingan, penghancuran,
pemotongan, atau pengeboran logam, batu, atau batubara. Debu industri dibagi atas debu organik dan debu anorganik.

Debu organik diperoleh dari berbagai sumber yang berasal dari hewan atau tumbuhan, seperti batubara, kulit, tepung, gula, bulu, dan kapas. Kebanyakan debu organik tidak membahayakan karena partikel-partikelnya terlalu besar untuk masuk ke dalam jaringan-jaringan tubuh yang lebih lembut dan halus. Namun, debu organik mungkin akan menimbulkan alergi, iritasi kulit, atau asma. Para penambang batubara bisa saja mengalami pernapasan pendek akibat pengaruh debu batubara dalam paru-paru mereka.

Debu anorganik terutama berasal dari bahan-bahan logam dan mineral. Salah satu yang paling berbahaya adalah silika, yang bisa menyebabkan silikosis (kelainan paru yang disebabkan penimbunan senyawa silikat di dalamnya), dengan gumpalan-gumpalan kecil berserabut di seluruh jaringan paru. Debu tersebut juga bisa menyebabkan penyakit tuberkulosis. Debu asbes juga menyebabkan suatu peradangan dalam paru, disebut asbestosis, dan mungkin rentan terhadap kanker paru. Para pekerja seperti di pabrik-pabrik pemotongan permata, pengeboran, penghasil asbes, pengecoran dan perapian, penggosok, dan pengepakan adalah orang-orang yang terpapar oleh debu asbes dan silika.

Para pekerja di pabrik tekstil yang terpapar debu kapas berisiko terkena bissinosis, suatu penyakit pernapasan yang akan berkembang menjadi bronkhitis kronis dan emfisema (adanya udara dalam jaringan paru). Dalam industri yang menggunakan logam berilium, debu-debunya menyebabkan gangguan pada paru-paru, kulit, hati, dan organ-organ lain.

Para pekerja yang terpapar debu berbahaya harus dilindungi dengan sistem pembuangan atau peralatan penyedotan, atau dengan membasahi debu dengan air atau minyak agar tidak mengepul, selain dengan ventilasi yang baik, serta memakai helm dan masker pernapasan. Namun, meskipun sudah memakai alat pengaman, para pekerja harus menjalani pemeriksaan sinar-X secara rutin untuk mendeteksi ada tidaknya silika atau asbes di dalam paru-paru.

2. Penyakit kulit

Bahan-bahan kimia, kotoran, oli, kuman-kuman, dan lain sebagainya dapat mengiritasi kulit. Penyebab paling utama adalah produk minyak tanah, seperti oli mesin, nafta, atau berbagai komponen oli--- pemotong, cairan pelarut, yang termasuk pelumas, seperti bensin, minyak tanah, dan lainnya.

Bersihkan tubuh segera dengan air dan sabun segera setelah menyelesaikan pekerjaan yang kotor atau berminyak, termasuk sebelum bersentuhan dengan makanan dan minuman. Mungkin Anda perlu sabun khusus untuk menghilangkan bahan-bahan yang sulit dibersihkan dengan sabun biasa. Jangan menghapus minyak di wajah dan tangan, karena minyak dapat merembes ke dalam kulit dan menyumbat pori-pori, menyebabkan jerawat dan iritasi. Cuci minyak lebih dulu dengan air dan sabun, kemudian keringkan dengan handuk.

Gunakan lengan panjang, sarung tangan, dan baju kerja untuk melindungi kulit agar tidlak kena noda. Pastikan semua pelindung tersebut selalu dalam keadaan bersih dengan menggantinya setiap hari. Bila Anda mengalami suatu gangguan di kulit, jangan gunakan sembarang obat. Pastikan memeriksakan ke dokter, karena bisa saja Anda terkena penyakit kulit yang memerlukan obat khusus.









3. Racun


Racun merupakan bahan paling berbahaya bagi kesehatan para pekerja industri, karena saat ini semakin banyak penggunaan bahan-bahan kimia dan sintetis. Keracunan timah dan menghirup asap karbon monoksida merupakan bahaya yang bisa mengakibatkan kematian.

Pekerja industri wajib mengenakan masker, sarung tangan, peralatan pernapasan sebagai pelindung. Ruangan bekerja pun harus memiliki sirkulasi udara yang berjalan baik. Waspada terhadap sakit kepala, muntah, pusing, dan muka yang terasa memerah. Jangan makan atau minum dalam ruangan tempat bahan-bahan beracun berada. Ruangan harus benar-benar bersih. Bersihkan tangan sebersih-bersihnya sebelum makan atau meninggalkan ruang kerja. Periksakan diri ke dokter secara rutin.

Keracunan timah akan mengenai bagian perut, otak, dan sistem saraf. Ada ancaman terjadi kelumpuhan pada otot-otot yang sering digunakan, seperti otot tangan sebelah kanan. Sedangkan keracunan karbon monoksida seringkali tanpa peringatan lebih dulu. Gejala-gejala awal adalah sakit perut, sakit kepala, mual, dan pusing. Dalam kasus yang berat bisa mengakibatkan kematian. Karbon monoksida yang bercampur dengan hemoglobin dalam darah akan mencegah darah mengalirkan oksigen. Karena itu, udara bersih dan bahkan tabung oksigen harus tersedia karena efektif mengatasi keracunan tersebut.

4. Infeksi

Para pekerja peternakan sangat rawan terkena bruselosis, yakni penyakit infeksi dengan gejala demam, berkeringat, lemah, nyeri-nyeri yang disebabkan mikro organisme patogen dari genus brucella. Selain itu, juga rawan terkena anthraks, tetanus, rabies, dan penyakit kurap/kadas akibat infeksi jamur.

Meski begitu, ancaman penyakit tersebut bisa diminimumkan, asalkan pekerja selalu mencuci bagian tubuh yang terpapar hewan atau peralatan lain, dan selalu menggunakan sarung tangan saat bekerja. Bila kulit tergores, cepat-cepat cuci dengan air dan sabun dan beri obat antiseptik.

5. Bahaya radiasi

Penggunaan sinar-X sudah lama digunakan untuk melihat bagian dalam tubuh, dan kini juga untuk terapi kanker. Yang perlu diketahui, bila sinar tersebut terserap terlalu banyak, ternyata juga dapat menyebabkan kanker. Itu sebabnya, industri maupun laboratorium harus mengontrol berbagai macam sinar yang digunakan, karena dapat membahayakan para pekerjanya. Seseorang bisa saja terpapar radiasi dalam jumlah besar bertahun-tahun lamanya tanpa disadarinya, karena sama sekali tidak mengganggu kesehatannya. Namun, hal itu akan memengaruhi genetikanya, sehingga baru ketahuan setelah ada keturunannya yang mengalami suatu gangguan kesehatan.

Sinar-X, logam radium, dan bahan-bahan radioaktif lain menghasilkan jenis-jenis radiasi berbeda. Radiasi dapat menyebabkan (1) kanker atau leukemia; (2) menyebabkan gangguan pada kulit, termasuk 'kulit gosong', kerontokan rambut dan kuku, dan kulit menjadi kecokelatan; (3) memengaruhi organ-organ penghasil darah, juga menyebabkan anemia dan sel-sel darah putih yang tidak cukup. Sebagian darah dapat menyebabkan penyumbatan, sehingga terjadi perdarahan di gusi, saat BAB, dan perdarahan di bawah kulit; dan (4) menyebabkan kemandulan.

Semua pengaruh tersebut bisa muncul lama kemudian, misalnya kanker. Karena kemunculan penyakit yang sangat lama (tidak langsung terasa), pekerja yang selalu terpapar radiasi harus sangat waspada. Lakukan tindakan perlindungan setiap saat.

6. Kelembaban

Para pekerja di pertambangan atau dalam ruang tertutup berisiko mengalami masalah dengan kelembaban yang bisa menyebabkan batuk-batuk, selesma, rematik, dan perubahan di kulit. Para pekerja harus menggunakan pakaian yang tahan air, sepatu karet, dan sarung tangan. Ruangan juga harus dikontrol untuk membuang kelebihan air agar selalu kering.

7. Tekanan udara yang abnormal

Penyelam dan pekerja yang membuat terowongan harus bekerja di bawah tekanan udara yang sangat berat. Mereka bisa sakit akibat dekompresi, yang disebabkan oleh pengurangan tekanan udara yang terlalu cepat, seperti halnya bila seorang penyelam naik terlalu cepat ke permukaan. Keadaan itu bisa saja menyebabkan kelumpuhan sebagian tubuh, namun jarang berakibat kematian. Biasanya korban akan dimasukkan dalam ruangan dekompresi yang tekanannya kemudian diatur ke level normal.

Begitu pun, naik ke ketinggian yang sangat tinggi berarti mendapatkan tekanan udara yang rendah, sehingga sama bahayanya. Harus dilakukan secara bertahap. Para pilot yang terbang naik dengan cepat atau menukik cepat mungkin akan mengalami pusing, dan perubahan tekanan yang hebat bisa meledakkan gendang telinga. Pesawat terbang komersil biasanya telah diberi tekanan udara untuk mencegah pengaruh perubahan ketinggian.

8. Suhu abnormal

Para pekerja yang memakai api, seperti tukang las, pandai besi, dan sebagainya, selalu terpapar dengan suhu sangat tinggi. Hal itu bisa menyebabkan lesu akibat kepanasan dan kejang-kejang. Sedangkan suhu yang sangat rendah bisa menyebabkan radang dingin, gangren, bahkan kematian.

Tablet berlapis garam bisa diberikan untuk mengatasi kehilangan mineral tubuh dari keringat berlebihan. Pekerja harus segera lapor ke dokter bila mengalami suatu gangguan kesehatan.

9. Suara bising dan getaran

Banyak industri yang memakai mesin-mesin bersuara bising dan bergetar kuat. Suara sangat keras dan bising bisa merusakkan pendengaran, selain menimbulkan sakit. Sedangkan akibat getaran sama efeknya dengan mabuk kendaraan. Jantung, paru, organ-organ dalam perut, atau otak punya kemungkinan rusak akibat getaran berlebihan. Namun, penderitanya tidak merasakannya dalam waktu lama. Banyak penelitian dilakukan untuk mengukur batas-batas toleransi dari suara bising dan getaran, bukan hanya untuk melindungi pekerja dari pengaruh serius yang bisa ditimbulkannya, namun juga untuk keperluan industri agar bisa efisien dan produktif.

Healtylife
Edisi 07/VIII - Juli 2009

Sunday, August 2, 2009

Jangan Asal Memvonis Asam Urat

Nyeri sendi belum tentu karena gangguan asam urat. Waspadalah, karena bisa jadi itu merupakan penyakit yang mematikan.

JANGAN dulu gegabah menduga nyeri sendi yang Anda alami akibat gangguan asam urat. Dari 100 jenis rematik yang memiliki gejala-gejala yang mirip, hanya 7% yang disebabkan oleh artritis gout (nama penyakit rematik yang disebabkan oleh asam urat). Inilah yang menyebabkan kita sulit membedakan jenis rematik yang satu dengan yang lain. "Bahkan dokter umum dan spesialis pun kurang tepat dalam mendiagnosanya," ungkap Guru Besar Divisi Reumatologi, Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran UI, Prof. DR. Dr. Harry Isbagio, SpPD-KR, K-GER dalam media edukasi yang digelar oleh Wyeth di Jakarta belum lama ini.

Namun begitu, sebaliknya, jangan pula mengabaikannya. Sebab, bisa jadi itu adalah gejala Rheumatoid Arthritis (RA), sejenis penyakit rematik yang bisa menyebabkan kecacatan bahkan kematian. Jadi, tandas Harry, agar tidak salah dalam menentukan penyakit yang tepat, sebelum terlambat, sebaiknya Anda berkonsultasi ke dokter agar segera dilakukan penanganan yang tepat.

RA merupakan salah satu penyakit rematik yang sebenarnya prevalensinya di Indonesia tidak terlalu tinggi, akan tetapi penyakit ini sangat progresif. Akibatnya, apabila tidak diobati dengan benar, maka dalam waktu singkat (yaitu sekitar 2 tahun) akan terjadi cacat sendi permanen.

Tentang RA

Rheumatoid Arthritis merupakan penyakit autoimun, yaitu suatu reaksi sistem imun yang menyerang jaringan tubuh sendiri karena terjadinya gangguan pada fungsi normal dari sistem imun tersebut.

RA menyerang banyak orang di seluruh dunia dan dapat menyerang semua jenis etnik dan semua golongan umur. Di seluruh dunia, RA menyerang sekitar 0,3% - 2,0% orang, dengan jumlah tertinggi di Pima, India (5,3%), dan suku Indian (6,8%). Sebaliknya, penyakit ini tergolong paling rendah di Cina dan Jepang.

Sementara itu, jumlah penderita RA di Amerika Serikat mencapai 2 juta orang, dan setiap tahun kasusnya bertambah sebanyak 70 kasus tiap 100.000 orang. Jumlah orang yang terkena penyakit ini cenderung menurun di Eropa, Amerika Utara dan Jepang selama 50 tahun belakangan ini. Data tahun 2004, diperkirakan terdapat 2 juta orang menderita RA di Indonesia dan sekitar 200.000 orang di Malaysia.

Yang paling banyak menjadi 'sasaran' penyakit ini adalah orang yang berusia 40-60 tahun. Kaum perempuan lebih rentan terserang penyakit ini ketimbang laki-laki. Faktor keturunan memengaruhi terpicunya RA. Risiko terserang penyakit ini 3,5 kali lipat lebih tinggi pada anak kembar satu telur dibanding kembar dua telur.











Gejala

Gejala RA biasanya terjadi secara bertahap, yaitu dimulai dengan nyeri dan kekakuan pada satu sendi atau lebih. Umumnya pasien menyadari hal ini pertama kalinya pada jari-jari tangannya. Pada taraf awal, biasanya jarang terjadi pembengkakan sendi. Hal ini baru terlihat beberapa bulan setelah timbul rasa nyeri dan kaku.

Sendi yang paling sering diserang RA adalah sendi pergelangan tangan dan pangkal sendi buku jari tangan. Meskipun demikian, sendi-sendi lain di tubuh juga bisa terkena, yaitu sendi leher, bahu, siku, pinggul, lutut, pergelangan kaki, dan sendi-sendi kecil di buku-buku jari kaki.

Gejala penyakit ini bisa berbeda-beda dari satu orang ke orang yang lain. Ada yang hanya merasakan kekakuan sendi pada pagi hari, yang makin lama makin parah tanpa disertai rasa nyeri atau sakit, ada yang mengalami bengkak di sendi yang makin lama makin parah, tetapi tanpa rasa nyeri. Dan orang lain lagi, menderita kaku dan nyeri pada sendi yang hilang timbul.

Pada pasien yang lebih tua, kadang-kadang gejala RA hanya bermula dengan sakit dan kekakuan otot, terutama di bahu dan pinggul. Nyeri yang tidak khas ini bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum terjadi pembengkakan di sendi.

Gejala yang diderita seseorang bisa hilang timbul, tergantung dari derajat peradangan yang terjadi. Yang harus diwaspadai adalah terjadinya peradangan pada sendi. Ini adalah ciri khas RA yang dapat mengakibatkan hilangnya bentuk dan fungsi sendi, timbulnya nyeri, kaku dan bengkak. Semua kondisi ini pada akhirnya dapat mengarah pada terjadinya kerusakan dan kehilangan fungsi sendi yang bersifat permanen.

Selain itu, RA dan penyakit penyertanya (komorbiditas) bahkan dapat menyebabkan kematian dini. Ini lantaran pada kasus RA dengan tingkat keparahan yang berat dapat menyerang organ-organ penting, seperti mata, paru-paru, atau pembuluh darah.

Penyebab

Penyebab pasti RA hingga kini belum diketahui, tetapi banyak faktor yang dianggap sebagai biang keladi penyebabnya. Berbagai hal yang diduga menyebabkan timbulnya penyakit RA antara lain adalah faktor genetik, faktor pencetus seperti lingkungan, infeksi, hormon dan sebab-sebab lainnya.

"Faktor keturunan saja tidak pasti menyebabkan seseorang menderita RA", kilah Harry. "Misalnya, jika seseorang menderita RA, maka risiko bahwa saudaranya juga terserang RA hanya sekitar 2-3%."

Para peneliti Amerika Serikat dan Eropa telah meneliti lebih dari 1000 keluarga, yang mempunyai dua anak atau lebih yang menderita RA. Dari penelitian itu ditemukan bahwa gen yang diduga menjadi penyebab RA adalah gen HLA-DR4. Meskipun demikian, para ahli percaya bahwa masih ada gen-gen lain yang memengaruhi berkembangnya penyakit ini, seperti misalnya gen PTPN22 dan 2 gen tambahan lainnya.


Infeksi virus dan bakteri diduga merupakan faktor yang mencetuskan penyakit ini, tetapi sampai sekarang belum diketahui secara pasti jenis virus atau bakteri mana yang menjadi penyebabnya. Kendati begitu, diduga beberapa mikroorganisme penyebab infeksi yang dianggap menjadi faktor RA adalah Mycoplasma, Erysipelothhrix, virus Epstein-Barr, parvo virus B 19 dan virus rubella. Hal penting yang perlu kita pahami adalah bahwa meskipun infeksi bisa mencetuskan RA, namun infeksi tersebut tidaklah menular seperti penyakit infeksi biasa.

Dari hasil penelitian yang ada belakangan ini, makin jelas bahwa faktor-faktor genetik juga berinteraksi dengan faktor-faktor lingkungan lain, misalnya merokok. Juga adanya faktor hormonal.

Mari peduli!

Harry mengimbau kepada masyarakat, keluarga serta penderita RA untuk meningkatkan kepedulian terhadap penyakit RA agar dapat mencegah terjadinya kecacatan dan penurunan kualitas hidup akibat penyakit ini. Sebab, RA yang berlangsung dalam waktu cukup lama tanpa pengobatan yang memadai dapat menyebabkan kelainan bentuk pada persendian dan menimbulkan peradangan kronis pada persendian yang menyebabkan kecacatan dan hilangnya mobilitas serta fungsi persendian.

Diagnosis RA ditegakkan dari gejala penyakit dan didukung oleh pemeriksaan laboratorium dan radiologis. Umumnya pasien mengeluh nyeri dan kaku sendi pada pagi hari yang berlangsung selama 60 menit. Nyeri dan kekakuan sendi ini berlangsung hampir setiap hari dan seringkali pula disertai kemerahan pada sendi yang nyeri tersebut. Sendi yang terkena pun cukup khas, karena seringkali menyerang sendi-sendi kecil seperti sendi pada tangan dan pergelangan tangan dan umumnya terjadi secara simetris, yaitu menyerang bagian kanan dan kiri tubuh.

Pemeriksaan laboratorium menunjukkan adanya kelainan pada parameter-parameter yang menunjukkan peradangan seperti terjadinya peningkatan laju endap darah dan peninggian kadar creative protein (CRP). Pada tahap dini, pemeriksaan radiologis belum menunjukkan kelainan yang berarti.

Terdapat berbagai macam pengobatan RA yang bertujuan untuk mengurangi peradangan dan nyeri sendi, memaksimalkan fungsi sendi, dan mencegah pemburukan kerusakan dan kelainan bentuk sendi. Tindakan medis yang tepat dapat menghasilkan perbaikan pada RA. "Tata laksana pengobatan RA secara dini dapat memperbaiki fungsi, menghentikan kerusakan pada sendi dan mencegah ketidakmampuan untuk bekerja", kata Harry. Salah satu terobosan pengobatan yang dilakukan adalah dengan menggunakan biologic agent seperti Etanercept.

Etanercept merupakan obat biologis yang menangkap atau menghambat suatu protein dalam tubuh yang dinamakan tumor necrosis factor alpha atau TNF alpha. Jika dibiarkan TNF alpha menyebabkan peradangan pada persendian. Etanercept secara efektif mengikat (menangkap) TNF alpha dan dengan demikian menghambat terjadinya peradangan. Dengan pemakaian etanercept yang tepat, gejala RA dapat secara signifikan dan seringkali secara cepat membaik.

Mengingat penyakit RA merupakan penyakit autoimun yang berlangsung lama, seyogyanya pengobatan dengan obat biologis harus dilakukan dalam waktu yang cukup lama pula. Jadi sangat tidak tepat jika obat biologis digunakan secara singkat. "Kunci keberhasilan pengobatan RA ialah diagnosa dini dan pengobatan awal yang progresif, yaitu sesegera mungkin menggunakan obat pengubah perjalanan penyakit (DMARD = Disease Modifying Anti Rheumatic Drugs) bila diagnosa telah diitegakkan", tegas Harry.

RA merupakan penyakit yang tidak dapat disembuhkan, tetapi dapat dikontrol sampai tercapainya tingkat remisi (sembuh sementara), di mana gejala penyakit terutama terjadinya kerusakan sendi dapat dihentikan.

Perawatan yang optimal untuk penyakit RA melibatkan kombinasi dari obat-obatan, istirahat, latihan-latihan yang menguatkan sendi, perlindungan sendi serta pendidikan bagi pasien dan keluarga. Perawatan disesuaikan menurut banyaknya faktor-faktor seperti keaktifan penyakit, tipe-tipe sendi yang terlibat, kesehatan umum, dan umur pasien. Perawatan yang terbaik harus melibatkan kerjasama yang erat antara dokter, pasien, dan anggota-anggota keluarga. Dengan demikian, pengobatan secara tepat dapat mencegah kecacatan dan penurunan kualitas hidup pada penderita RA.

Healtylife
Edisi 07/VIII - Juli 2009