Mbah Surip
-Bangun tidur
-Tak gendong
DMasiv
-Jangan menyerah
-Mohon ampun
-Pelampiasan hasrat
-P e r i h
-S e m a k i n
-Tak tersentuh
Kuburan
-Lupa2 ingat
Monday, August 10, 2009
Terbang Lama Bisa Gumpalkan Darah
Semakin panjang jarak tempuh suatu penerbangan --berarti makin lama pula waktunya-- ternyata bisa menyebabkan terjadinya gumpalan darah di paru-paru penumpang. Demikian kesimpulan suatu studi terhadap catatan unit ambulans di Charles de Gaulle Airport, Perancis, dari November 1993 sampai Desember 2000.
Pada saat itu sekitar 135,3 juta penumpang tiba di Perancis. Menurut para dokter di Universitas Paris XIII dalam New England Journal Medicine edisi Kamis, lima puluh enam orang dari mereka yang harus dijemput dengan ambulans saat mendarat, ternyata menderita emboli (penyumbatan pembuluh darah oleh bekuan darah) jantung dan penggumpalan darah di paru. Hasil penelitian juga menyebutkan, masalah itu mulai muncul pada mereka yang terbang menempuh jarak lebih dari 5.000 km, dan makin jauh jaraknya makin signifikan kasusnya.
Para ahli menyarankan penumpang penerbangan jarak jauh untuk lebih sering melakukan peregangan, berjalan-jalan di gang, dan jangan duduk dengan posisi yang sama terus-menerus. (CNN.com/nes)
Kompas
Minggu, 160901
Pada saat itu sekitar 135,3 juta penumpang tiba di Perancis. Menurut para dokter di Universitas Paris XIII dalam New England Journal Medicine edisi Kamis, lima puluh enam orang dari mereka yang harus dijemput dengan ambulans saat mendarat, ternyata menderita emboli (penyumbatan pembuluh darah oleh bekuan darah) jantung dan penggumpalan darah di paru. Hasil penelitian juga menyebutkan, masalah itu mulai muncul pada mereka yang terbang menempuh jarak lebih dari 5.000 km, dan makin jauh jaraknya makin signifikan kasusnya.
Para ahli menyarankan penumpang penerbangan jarak jauh untuk lebih sering melakukan peregangan, berjalan-jalan di gang, dan jangan duduk dengan posisi yang sama terus-menerus. (CNN.com/nes)
Kompas
Minggu, 160901
Kiat Mencegah Persalinan Prematur
SEORANG calon ibu; Nyonya M, berusia 30 tahun, merasa khawatir terhadap kehamilannya yang keempat. Maklumlah, pada kedua persalinan terdahulu ia mengalami persalinan prematur 8 bulan pada anak pertama dan 7 bulan pada anak kedua. Pada kehamilan ketiga ia keguguran (abortus) dan harus dikuret pada kehamilan 2 bulan. Menjadi pertanyaan apakah persalinan prematur akan berulang?
Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan atau penghentian kehamilan sebelum waktunya, yaitu pada usia kehamilan antara 20-36 minggu (5-8 bulan). Akibatnya akan lahir bayi prematur dengan berat lahir antara 500 gram sampai kurang dari 2.500 gram. Bayi yang prematur ini dapat meninggal saat kelahiran atau mungkin harus membutuhkan pengobatan khusus di perawatan yang intensif karena organ-organ penting seperti paru, hati, usus, dan sebagainya, masih belum bekerja dengan baik.
Persalinan prematur sering kali tidak diketahui penyebabnya. Menurut penelitian di Indonesia dilaporkan bahwa sekitar 60%-70% di antaranya terjadi akibat adanya infeksi baik di dalam kandungan maupun di luar kandungan. Penyebab lain mungkin berhubungan dengan adanya pre-eklampsia yaitu kondisi kehamilan dengan komplikasi tekanan darah tinggi, keluarnya protein di urin, dan bengkak di kedua tungkai.
Beberapa risiko terjadinya persalinan prematur di antaranya adalah apabila:
(1) terdapat robekan selaput ketuban sebelum waktunya,
(2) pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya,
(3) kehamilan kembar,
(4) riwayat operasi pada perut selama kehamilan misalnya operasi usus buntu,
(5) cairan ketuban terlalu sedikit,
(6) pernah mengalami perdarahan dari kemaluan setelah kehamilan 16 minggu,
(7) bentuk rahim yang tidak normal,
(8) ibu berusia kurang dari 16 tahun,
(9) riwayat infeksi ginjal atau kandung kemih,
(10) menderita keputihan,
(11) pelepasan ari-ari sebelum waktunya,
(12) pekerjaan fisik yang berat,
(13) merokok selama kehamilan,
(14) menggunakan obat-obatan dengan efek samping timbulnya kontraksi rahim, misalkan obat flu.
Gejala persalinan prematur adalah: bila terdapat penambahan jumlah lendir di vagina, adanya rasa kram seperti haid yang hilang timbul, terasa adanya tekanan dengan irama yang teratur di daerah panggul, sakit punggung yang berhubungan dengan rasa kram di perut. Mereka yang mengalami hal seperti di atas hendaknya langsung menghubungi pusat pelayanan kesehatan terdekat.
Dokter akan menilai gejala Anda dan memeriksa panggul untuk melihat sejauh mana mulut rahim anda membuka dan menipis. Akan digunakan alat monitor di luar rahim untuk mengukur dan menilai kontraksi rahim yang terjadi. Kemudian akan ditentukan apakah kehamilan tersebut masih dapat dipertahankan atau tidak.
Semakin lama kehamilan Anda berlanjut, semakin baik kemungkinan bayi untuk bertahan setelah dilahirkan dan mengurangi lama waktu perawatan bayi berada dalam perawatan intensif. Mempertahankan kehamilan juga harus dipertimbangkan keadaan ibu dan kesejahteraan janin di dalam rahim, sehingga dapat diputuskan apakah mempertahankan janin dalam rahim akan lebih baik dibandingkan bila bayi segera dilahirkan. Pada beberapa keadaan tertentu seperti oligohidramnion (kurangnya air ketuban dalam kantung amnion), mungkin akan lebih baik janin hidup di luar kehamilan dibandingkan dengan dipertahankan di dalam rahim.
Beberapa pengobatan yang dapat diberikan untuk menghentikan adanya persalinan prematur di antaranya adalah: rawat inap dengan tirah baring (bed rest) di rumah sakit dan memonitor timbulnya kontraksi rahim yang berkelanjutan, pemberian obat untuk menghentikan kontraksi rahim, pemeriksaan laboratorium darah, air kemih dan sel-sel mulut rahim dan vagina untuk memastikan adanya infeksi, melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk memeriksa kondisi janin, usia janin, letak dan melihat posisi janin dalam rahim serta letak dan adakah pelepasan plasenta, bila mungkin melakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniosintesis) dan menilai apakah paru-paru bayi sudah matang atau belum. Dengan demikian keputusan tindakan selanjutnya pada persalinan prematur ini dapat dipertimbangkan secara matang.
Kembali kepada kasus nyonya M di atas, seyogianya segera dikonsultasikan ke dokter ahli kandungan untuk mencari penyebab persalinan prematur dan mencegah agar tidak terjadi persalinan prematur kembali.
Berikut beberapa saran bila Anda mempunyai risiko mengalami persalinan prematur:
●►mengunjungi dokter setiap 2 minggu setelah kehamilan trimester kedua (20 minggu sampai 40 minggu atau 5 bulan sampai cukup bulan) untuk memeriksa dan menilai keadaan kehamilannya,
●►istirahat cukup,
●►menjaga kebersihan alat kelamin Anda,
●►belajar mengenali kontraksi rahim dengan perabaan tangan Anda pada perut. Periksa adanya kontraksi rahim Anda secara teratur dan catat kontraksi tersebut dalam buku catatan kecil Anda, belajar tentang tanda dan gejala lain dari persalinan prematur serta menghubungi pelayanan kesehatan Anda jika Anda memiliki tanda dan gejala dari persalinan prematur.
●►Hindari rangsangan pada puting susu Anda (karena dapat menyebabkan kontraksi rahim) serta menghindari hubungan seksual jika orgasme atau hubungan seksual tersebut menyebabkan kontraksi rahim akibat adanya cairan sperma dalam vagina.
Semoga dengan menjalankan kiat ini dapat mencegah terjadinya persalinan prematur Nyonya M pada kehamilan sekarang.
Dr Fitriyadi Kusuma, SpOG
Staf pengajar Bagian Obstetri dan Ginekologi FKUI
RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Kompas
Minggu, 01/04/01
Persalinan prematur adalah terjadinya persalinan atau penghentian kehamilan sebelum waktunya, yaitu pada usia kehamilan antara 20-36 minggu (5-8 bulan). Akibatnya akan lahir bayi prematur dengan berat lahir antara 500 gram sampai kurang dari 2.500 gram. Bayi yang prematur ini dapat meninggal saat kelahiran atau mungkin harus membutuhkan pengobatan khusus di perawatan yang intensif karena organ-organ penting seperti paru, hati, usus, dan sebagainya, masih belum bekerja dengan baik.
Persalinan prematur sering kali tidak diketahui penyebabnya. Menurut penelitian di Indonesia dilaporkan bahwa sekitar 60%-70% di antaranya terjadi akibat adanya infeksi baik di dalam kandungan maupun di luar kandungan. Penyebab lain mungkin berhubungan dengan adanya pre-eklampsia yaitu kondisi kehamilan dengan komplikasi tekanan darah tinggi, keluarnya protein di urin, dan bengkak di kedua tungkai.
Beberapa risiko terjadinya persalinan prematur di antaranya adalah apabila:
(1) terdapat robekan selaput ketuban sebelum waktunya,
(2) pernah mengalami persalinan prematur sebelumnya,
(3) kehamilan kembar,
(4) riwayat operasi pada perut selama kehamilan misalnya operasi usus buntu,
(5) cairan ketuban terlalu sedikit,
(6) pernah mengalami perdarahan dari kemaluan setelah kehamilan 16 minggu,
(7) bentuk rahim yang tidak normal,
(8) ibu berusia kurang dari 16 tahun,
(9) riwayat infeksi ginjal atau kandung kemih,
(10) menderita keputihan,
(11) pelepasan ari-ari sebelum waktunya,
(12) pekerjaan fisik yang berat,
(13) merokok selama kehamilan,
(14) menggunakan obat-obatan dengan efek samping timbulnya kontraksi rahim, misalkan obat flu.
Gejala persalinan prematur adalah: bila terdapat penambahan jumlah lendir di vagina, adanya rasa kram seperti haid yang hilang timbul, terasa adanya tekanan dengan irama yang teratur di daerah panggul, sakit punggung yang berhubungan dengan rasa kram di perut. Mereka yang mengalami hal seperti di atas hendaknya langsung menghubungi pusat pelayanan kesehatan terdekat.
Dokter akan menilai gejala Anda dan memeriksa panggul untuk melihat sejauh mana mulut rahim anda membuka dan menipis. Akan digunakan alat monitor di luar rahim untuk mengukur dan menilai kontraksi rahim yang terjadi. Kemudian akan ditentukan apakah kehamilan tersebut masih dapat dipertahankan atau tidak.
Semakin lama kehamilan Anda berlanjut, semakin baik kemungkinan bayi untuk bertahan setelah dilahirkan dan mengurangi lama waktu perawatan bayi berada dalam perawatan intensif. Mempertahankan kehamilan juga harus dipertimbangkan keadaan ibu dan kesejahteraan janin di dalam rahim, sehingga dapat diputuskan apakah mempertahankan janin dalam rahim akan lebih baik dibandingkan bila bayi segera dilahirkan. Pada beberapa keadaan tertentu seperti oligohidramnion (kurangnya air ketuban dalam kantung amnion), mungkin akan lebih baik janin hidup di luar kehamilan dibandingkan dengan dipertahankan di dalam rahim.
Beberapa pengobatan yang dapat diberikan untuk menghentikan adanya persalinan prematur di antaranya adalah: rawat inap dengan tirah baring (bed rest) di rumah sakit dan memonitor timbulnya kontraksi rahim yang berkelanjutan, pemberian obat untuk menghentikan kontraksi rahim, pemeriksaan laboratorium darah, air kemih dan sel-sel mulut rahim dan vagina untuk memastikan adanya infeksi, melakukan pemeriksaan ultrasonografi (USG) untuk memeriksa kondisi janin, usia janin, letak dan melihat posisi janin dalam rahim serta letak dan adakah pelepasan plasenta, bila mungkin melakukan pemeriksaan cairan ketuban (amniosintesis) dan menilai apakah paru-paru bayi sudah matang atau belum. Dengan demikian keputusan tindakan selanjutnya pada persalinan prematur ini dapat dipertimbangkan secara matang.
Kembali kepada kasus nyonya M di atas, seyogianya segera dikonsultasikan ke dokter ahli kandungan untuk mencari penyebab persalinan prematur dan mencegah agar tidak terjadi persalinan prematur kembali.
Berikut beberapa saran bila Anda mempunyai risiko mengalami persalinan prematur:
●►mengunjungi dokter setiap 2 minggu setelah kehamilan trimester kedua (20 minggu sampai 40 minggu atau 5 bulan sampai cukup bulan) untuk memeriksa dan menilai keadaan kehamilannya,
●►istirahat cukup,
●►menjaga kebersihan alat kelamin Anda,
●►belajar mengenali kontraksi rahim dengan perabaan tangan Anda pada perut. Periksa adanya kontraksi rahim Anda secara teratur dan catat kontraksi tersebut dalam buku catatan kecil Anda, belajar tentang tanda dan gejala lain dari persalinan prematur serta menghubungi pelayanan kesehatan Anda jika Anda memiliki tanda dan gejala dari persalinan prematur.
●►Hindari rangsangan pada puting susu Anda (karena dapat menyebabkan kontraksi rahim) serta menghindari hubungan seksual jika orgasme atau hubungan seksual tersebut menyebabkan kontraksi rahim akibat adanya cairan sperma dalam vagina.
Semoga dengan menjalankan kiat ini dapat mencegah terjadinya persalinan prematur Nyonya M pada kehamilan sekarang.
Dr Fitriyadi Kusuma, SpOG
Staf pengajar Bagian Obstetri dan Ginekologi FKUI
RSUPN dr Cipto Mangunkusumo, Jakarta.
Kompas
Minggu, 01/04/01
Sunday, August 9, 2009
The Best of Obbie Messakh
The Best of Obbie Messakh
14 Mp3 | 128 khz | 64 mb
01 kisah kasih di sekolah
02 kau dan aku satu
03 antara cinta dan dusta
04 antara benci dan rindu
05 natalia
06 surat sampul biru
07 untukmu kuserahkan
08 kau tercipta bukan untukku
09 jangan tangan yang bicara
10 hati yang luka
11 cobalah untuk mengerti
12 birunya rinduku
13 aduh rindu
14 melodi memori
Download...
Mirror
Michael Buble with love
Michael Buble with love
18 Mp3 | 128 khz | 65 mb
01 Fever
02 Try a little tenderness
03 U&I
04 I've got a crash on you
05 Can't help falling in love
06 My funny valentine
07 These foolish things (Remind me of you)
08 Thats all
09 Feeling good
10 A foggy day (In London town)
11 You don't know me
12 Quando, Quando, Quando
13 Home
14 Can't buy me love
15 The more I see you
16 Save the last dance for me
17 Try a little tenderness
18 How sweet it is
Download...
Mirror
Fisika Taman Hiburan
"WUIII... untung saja ada gaya sentrifugal, kalau tidak saya bisa jatuh waktu melewati loop (lintasan melingkar) roller coaster". Saya gosok telinga saya, apa benar yang saya dengar, apa saya sedang bermimpi. Bukankah gaya sentrifugal itu istilah fisika, kenapa muncul di taman hiburan seperti Dunia Fantasi di Ancol ini? Tetapi, itulah komentar yang saya dengar dari seorang pengunjung suatu taman hiburan.
Selama setahun terakhir ini saya meneliti konsep-konsep fisika suatu taman hiburan. Saya terkejut sekali, ternyata suatu taman hiburan model Disney Land, Disney World, ataupun Dunia Fantasi sangat kaya dengan konsep fisika. Mereka dapat dijadikan laboratorium raksasa untuk mata pelajaran fisika. Kita mulai dengan roller coaster. Dalam wahana ini penumpang naik kendaraan yang tidak bermesin. Kendaraan ini dinaikkan ke puncak bukit pertama dengan menggunakan semacam ban berjalan (conveyor belt). Lintasan naiknya dibuat tidak terlalu curam karena kita tahu semakin curam lintasan, semakin besar daya motor penggerak ban berjalannya (biaya yang dikeluarkan lebih mahal). Puncak bukit pertama dibuat lebih tinggi dari puncak bukit selanjutnya ataupun dari tinggi loop. Tujuannya agar kendaraan mempunyai energi potensial yang cukup besar sehingga mampu melintasi seluruh lintasan dengan baik.
Ketika meluncur dari bukit pertama, penumpang dilepas dan jatuh bebas dipercepat. Agar efek jatuh bebas ini dapat lebih dirasakan, lintasan luncuran dibuat berbentuk seperti sebuah parabola (lintasan benda di bawah medan gravitasi). Gerakan turun dipercepat ini membuat jantung dan alat-alat tubuh sedikit terangkat dari tempat semula (inersia). Efek inersia inilah yang memberikan sensasi-sensasi tertentu seperti semangat rasanya mau terbang, timbul rasa mual, dan sebagainya.
Gaya sentrifugal yang dirasakan penumpang bukan hanya pada loop saja, tetapi juga pada belokan-belokan tajam yang dibuat sepanjang lintasan. Ketika penumpang berbelok ke kanan, penumpang akan terlempar ke kiri. Sebaliknya ketika berbelok ke kiri penumpang akan berbelok ke kanan. Orang akan terpental lebih keras jika berpegang erat-erat pada batang pengaman, karena itu agar lebih nyaman banyak penumpang membiarkan tangan mereka bebas sambil berteriak-teriak.
Ke
Selesai dari ontang-anting, para pengunjung bisa mengunjungi arena lain untuk belajar sistem hidraulik dumbo (gajah bledug), sistem keseimbangan kursi Big Wheel (bianglala), gerak jatuh bebas Air Terjun Niagara, penggabungan vektor kecepatan Pontang-pontang dan konsep katrol flying condor (rajawali). Luar biasa sekali bukan? Begitu kaya pelajaran fisika dalam suatu taman hiburan! Memang benar apa yang dikatakan oleh seorang guru besar fisika di Amerika Serikat bahwa laboratorium fisika terbesar terdapat di sekitar kita.
Dengan kombinasi hiburan dan laboratorium fisika raksasa dalam suatu taman hiburan, persepsi orang tentang fisika suatu saat akan berubah. Fisika tidak akan lagi dianggap sebagai suatu momok yang menakutkan, tetapi akan menjadi suatu pelajaran yang sangat asyik dan sangat menyenangkan.
Yohanes Surya PhD
Ketua TOFI/staff pengajar Universitas Pelita Harapan
Kompas
Jumat, 14/09/01
Subscribe to:
Posts (Atom)
