Friday, July 3, 2009

Pagar, yang terlupakan di disain

PAGAR merupakan bagian bangunan yang sering luput dari sentuhan rancangan. Padahal, pagar merupakan elemen yang pertama terlihat ketika seseorang akan memasuki sebuah tapak menuju rumah.














Sketsa ini merupakan alternatif rancangan pagar pada rumah tinggal ukuran sedang. Alternatif 1 merupakan pagar sedang, dengan ketinggian 90 cm tampilan transparan, terdiri atas jeruji besi berbentuk belah ketupat dengan bingkai pipa besi.

Kolom pagar dari pasangan batu bata ditutup batu tempel. Di bagian bawah dibuat bak bunga untuk melembutkan tampilan. Ketinggian pintu pagar dibuat sama, merupakan pintu ayun dan pintu geser.

Lampu halaman diletakkan di atas kolom pagar. Kolom pada pintu pagar dibuat lebih lebar untuk menguatkan letak ?entrance. Pada kolom ini dapat diletakkan boks surat. Alternatif ini cocok untuk rumah satu lantai dengan halaman yang tak terlalu luas.














Alternatif 2 merupakan pagar tinggi dan masif (tinggi 120 cm) namun tidak menutupi pandangan mata, sehingga tampilan bangunan masih terlihat. Konstruksinya bata-bata dengan lubang-lubang segi empat. Kolom pagar dibuat sedikit lebih tinggi dan ditutup batu tempel. Pada sisi depan tiap kolom dipasang lampu.

Pintu pagar dibuat tinggi dilengkapi atap dan pintu masif dari kayu sehingga menyerupai gerbang. Letak gerbang ini mundur 2 meter sehingga membentuk ceruk untuk berhentinya mobil. Alternatif ini cocok untuk rumah berhalaman luas.














Alternatif 3 merupakan pagar pendek masif, bentuknya menyesuaikan dengan arsitektur mediteranian yang sekarang populer. Tingginya 75 cm, dan badan pagar berbentuk bak bunga dengan sisi belakang lebih tinggi.

Peminimalan kesan masif dilakukan dengan kombinasi panil-panil pipa besi pada kedua sisinya. Kolom pagar dari pasangan bata, dan lampu pagar ditanam pada kolom untuk merangkai kombinasi bentuk yang disatukan dengan pipa besi menghubungkan antarkolom.

Pintu pagar dibuat lebih tinggi, dilengkapi portal lengkung dari pipa besi. Portal ini dapat menjadi tempat rambatan tanaman (bunga) sehingga membentuk gerbang bunga.

Ir Agung Budi Sardjono MT
Jurusan Arsitektur FT Undip

Suara Merdeka
Minggu, 26/01/03

No comments:

Post a Comment